Orang-Orang Bermata Biru

Barangkali banyak yang bertanya, kenapa pewarta foto membuat buku karya tulis? Apa bisa fotografer menulis? Ya, tentu saja bisa, sebab sampai sekarang, selain fotografer, saya masih wartawan. Saya menjaga kewarasan di antara derasnya pekerjaan di lapangan dengan menulis.
Munculnya buku ini juga seiring dengan gerakan yang saya bikin tahun 2023 yakni #PewartaFotoMenulis. Saya ingin, di masa depan –entah sampai kapan bertahan profesi ini di Indonesia – semua pewarta foto tidak hanya bisa memotret, tetapi juga bisa menulis.
Pewarta foto di lapangan menjadi garda depan, tetapi dalam keredaksian tidak menjadi penting karena tugasnya hanya memenuhi kebutuhan visual untuk pendamping berita.
Dengan menulis, pewarta foto bisa melahirkan gagasan-gagasan baru maupun pemikiran di samping menciptakan karya-karya fotonya. Dengan menulis, pewarta foto bisa tampil ke depan tidak hanya untuk memotret, tapi menyuarakan kebenaran khususnya dalam upaya menaikan derajat profesinya.
