Antara Cinta, Teknologi, dan Pengabdian – Prof. Nasrul Zubir

- Alhamdulillah, Prof. Nasrul dalam usianya yang ke-80 dapat meluncurkan buku autobiografi. Saya selaku Rektor dan pribadi menaruh apresiasi sedalam-dalamya karena adanya buku tersebut. Sudah sepantasnya, para guru besar di lingkungan Universitas Andalas menuliskan kisah hidupnya, seperti yang ditulis Prof. Nasrul dalam buku autobigrafinya yang berjudul “Antara Cinta, Teknologi, dan Pengabdian” tersebut. (Prof. Dr. Yuliandri, SH MH, Rektor Universitas Andalas)
- Saya punya kesan yang mendalam tentang Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir, Sp.PD-KGEH. Berhadapan dengan seorang pendidik yang diberikan Allah Swt merupakan anugerah. Beliau adalah guru yang dikenal memberikan solusi kepada para mahasiswanya.( Dr. dr. Afriwardi, SH, SpKO, MA,Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas)
- Saya mengenal Prof. Dr.dr.Nasrul Zubir SpPD-KGEH sebagai seorang guru yang baik dan sabar. Beliau adalah salah satureviewer eksternal pengusulan saya menjadi guru besar. Beliau juga mendukung keterlibatan Center Padang untuk menjadi bagian riset Indonesia Wide Study of Helicobacter pylori. (Ari Fahrial Syam, Dekan FKUI 2017-2025)
- Beliau di mata saya ibarat “Beringin di tengah Padang”: Akar tempat duduk, pohon tempat bersandar, dahan tempat bergantung dan daun tempat berlindung. Itulah sekelumit kesan yang dapat selama bergaul dengan guru saya Prof.Dr.dr.Nasrul Zubir, SpPD, K-GEH, FINASIM. (Dr.dr.Najirman, SpPD, K-R, FINASIM, Ka. Departemen/ Ka KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unand-RSUP . M. Djamil)
- Prof .Nasrul merupakan orang yang penuh semangat, berpikiran maju, dan selalu ingin membuat Departemen Ilmu Penyakit Dalam berkembang. (dr. Arnelis SpPD-KGEH)
